Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

kelompok seni gununGDromo

Ditandai dengan sebuah pementasan dibawah sebuah pohon jamblang yang terletak dihalaman plaza teater luwes IKJ, terbentuklah grup kesenian gunungdromo, Agustus tahun dua ribu tiga. Hasil eksplorasi sepenuh hati dari anggota kelompok yang menghasilkan sebuah perkawinan antara teater tradisi betawi dengan konsepsi teater modern yang kami pelajari diinstitusi dan coba kami namai sandiwara betawi. Debut kami itu disambut hangat oleh keluarga besar kami dan para penonton yang hadir untuk menyaksikan sandiwara ini. Pujian dan kritikan semakin membangkitkan keyakinan kami untuk terus melanjutkan langkah kami. Modal format dan bentuk sebuah pertunjukan yang ideal sudah kami kantongi,sandiwara betawi. Tahun berikutnya kami canangkan untuk berbagi. Semua upaya coba kami jalani agar semua keinginan terlaksana. Kami mencari uang dengan menjual kemampuan kami pada industri,seperti bermain pantomime atau hadir di televisi. Dari setiap pekerjaan yang datang pada kelompok kami, kami coba sisihkan untuk mewujudkan impian kami. Sisanya kami todong sana-sini untuk membiayai perjalanan kami.
Dan pada agustus tahun 2004 terwujudlah apa yang jadi mimpi kami, keliling kampung sekitar jabotabek bermain sandiwara betawi. Dari bawah pohon jamblang itu lagi, kami pun mengawali perjalanan kami. Dua malam kemudian kami main dikampong kramat jati, dua malam berikutnya di kampong makasar, berikutnya bamboo apus, lalu komplek arco depok, kemudian setiabudi dan diakhiri dikampung kamal cengkareng. Perjalanan ini seperti sebuah keajaiban bagi kami,kami semakin meyakini kekuatan sebuah keinginan akan membuat semua terjadi. Kami banyak belajar dari perjalanan ini. Respon masyarakat cukup beragam dalam menanggapi pertunjukan kami, namun hampir semuanya bermuara pada kesimpulan yang sama, menarik dan mereka menanti kehadiaran kami kembali. Rata-rata dari masyarakat yang kami singgahi mengatakan bahwa baru melihat pertunjukan seperti ini. Kesimpulan dari perjalanan kami ini adalah betapa masyarakat sangat membutuhkan sebuah apresiasi, sebuah hiburan alternative diantara maraknya industri hiburan yang saat ini didominasi televisi.
Adanya sedikit persoalan regenerasi dan biaya yang tidak bisa kami penuhi membuat langkah kami tidak bertambah lebih maju lagi. Pada agustus 2005 kami hanya bermain di dua lokasi, Taman ismail marjuki dan bamboo apus. Sepanjang tahun itu kami terus meningkatkan ladi kekuatan dalam diri kami.
Dan tahun 2006 kami kembali membuktikan eksistensi kami, berkeliling kampung mementaskan sandiwara betawi. Tujuh kampung kami hibur kembali. Tiga kampung yang sama dan empat kampung baru lainnya mendapat giliran untuk kami kunjungi. Sambutan masyarakat semakin membuat yakin bahwa seni pertunjukan masih diminati dan dinanti oleh masyarakat. Dan sandiwara betawi akan jadi sebuah hiburan alternative ditengah maraknya industri film dan televisi.
Mengingat status kami yang sudah bukan mahasiswa lagi kini, kami bergerak mandiri dengan keyakinan yang dibangun dari pengalaman perjalanan kami.
Kelompok seni gunungdromo akan terus mencoba untuk setia berpentas dari kampung ke kampung mendatangi penontonnya, berbagi hiburan disana-sini. “Dimana ada tanah lapang disana kami membuat senang”.




.
Photo Albumactivity
ddd
dThumbnaild
ddd
Photo Album 2009-01-03
4 Photos
ddd
dThumbnaild
ddd
sepa island
5 Photos
ddd
dThumbnaild
ddd
gunungdromo 2nd anniversary
10 Photos
ddd
dThumbnaild
ddd
EX new link
7 Photos, 1 comment
ddd
dThumbnaild
ddd
nyari duit buat keliling
16 Photos

.
..
.